Dilarang keras melakukan COPY PASTE
loading...

KENAPA MENGEMIS HARUS DILARANG JIKA PENGEMIS TIDAK BISA DILARANG

Kenapa mengemis harus dilarang jika pengemis tak bisa dilarang
HayalanNews - Kenapa mengemis harus dilarang jika pengemis tak bisa dilarang : Mengemis dan Pengemis adalah dua kata yang berbeda dan juga memiliki makna yang berbeda pula, dimana kedua kata ini berasal dari masyarakat miskin dan juga orang-orang malas. Mengemis artinya meminta sesuatu dari orang lain baik berupa uang, makanan dan lainnya, sedangkan Pengemis adalah orang yang mengemis kepada orang-orang karena jika mengemis kepada binatang apalagi binatang buas itu namanya cari mati atau ingin bunuh diri secara sopan.

Jika ada pertanyaan kenapa mengemis itu dilarang? Maka banyak orang yang akan memberi jawaban rata-rata hampir sama yaitu mengemis dapat menyebabkan seseorang menjadi malas berkerja dan tidak mau berusaha karena pendapatan yang dihasilkan oleh pengemis perbulannya bisa mencapai hingga Rp. 30.000.000 lebih, wow… sangat mengejutkan, bahkan gaji Pak Camat saja mungkin tidak sampai segitu kali ya…? Apalagi gaji Kepala Desa. Walaupun begitu, pak kepala desa jangan berkecil hati karena masih ada uang anak yatim, fakir miskin, janda dan uang lainnya yang bisa di korupsi kalau mau, tapi saran saya sih jangan karena itu bukan perkara yang baik.

Baca juga perbedaan calon pemimpin dengan pengemis

Jika adalagi orang yang bertanya kenapa pengemis itu tidak bisa dilarang? Maka banyak juga orang yang akan memberi jawaban rata-rata karena pengemis itu malas, karena pemerintah atau Negara tidak perduli dengan mereka, karena pendapatan pengemis itu bisa mencapai puluhan juta setiap bulannya dan masih juga ada alasan-alasan lainnya. Bukankah pada pertanyaan pertama tadi sudah disebutkan pendapatan dari hasil mengemis bisa mencapai hingga Rp. 30.000.000 lebih perbulannya ? kenapa pada pertanyaan kedua orang-orang juga menjawab seperti itu bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah perbulannya? Ya tentu saja bisa, mari coba kita hitung dulu pendapatan para pengemis setiap kali mereka mengemis selama satu bulan.

Katakanlah dalam seminggu mereka mengemis setiap hari atau 7 hari
Dalam sehari mereka mengemis sampai 8 jam, mulai dari jam 08.00 s/d jam 16.00
Lokasi mengemis saya ambil saja di lampu merah biar mudah kita hitung pendapatannya
Dalam satu jam katakanlah ada 30 kali lampu merah
Setiap lampu merah menyala saya bilang saja paling sedikit dapat uangnya 2.000
Sekarang 2.000 kita kalikan 30 menit dalam satu jam maka hasilnya 60.000
60.000 saya kalikan 8 jam kerja satu hari maka pendapatnnya selama satu hari 480.000
Pendapatan satu hari 480.000 dikali satu bulan 30 hari maka hasilnya Rp. 14.400.000

14.400.000 adalah hitungan kasar yang saya kira-kira saja, lalu bagaimana jika hitungannya kita hitung sesuai pendapatannya setiap hari maka dalam satu bulan bayangkan saja pendapatan pengemis ada berapa? Jadi siapa pengemis yang mau berhenti dari profesinya jika dalam satu bulan bisa menghasilkan puluhan juta? Jawabannya tentu saja tidak ada pengemis yang mau berhenti mengemis bahkan dilarang oleh pemerintah sekalipun.

Jadi bagaimana solusinya jika memang mengemis itu dilarang tapi pengemis tidak bisa dilarang? Jawabannya adalah tidak perlu melarang para pengemis untuk mengemis jika mereka memang tidak bisa dilarang alias akan kembali lagi mengemis seperti biasanya setelah mereka dilepas. Karena menurut analisa saya, mengemis bukanlah suatu kejahatan yang dilakukan hingga menyebabkan orang lain bisa dirugikan, jadi perkiraan para pengemis disini mereka akn berpikir bahwa mereka tidak akan pernah dijerat dengan hukuman penjara selama beberapa tahun apalagi puluhan tahun, jadi kenapa harus berhenti mengemis jika itu bisa menghasilkan uang banyak?

Mohon maaf jika anggapan saya nanti salah karena disini saya beranggapan bahwa Negara telah dibodohkan oleh para pengemis, kenapa demikian, bukankah orang yang mengatur Negara itu orang-orang yang pandai dan berpendidikan tinggi? Ia tentu saja orang yang mengatur Negara itu orang-orang pandai, namun kepandaian mereka bisa dikalahkan kemampuannya oleh orang-orang bodoh karena dia terlalu pandai untuk orang bodoh, sedangkan orang bodoh tidak bisa dikalahkan kemampuannya oleh orang pandai karena dia memang orang bodoh.

Jadi Negara harus berbuat apa untuk hal ini? Inilah pertanyaan yang akan menjawab judul artikel saya kali ini. Sebetulnya Negara tidak perlu melarang pengemis untuk mengemis karena pendapatan pengemis perbulannya tergolong sangat tinggi hingga mencapai puluhan juta, jadi yang perlu dilakukan oleh Negara adalah bagaimana cara membudidayakan pengemis ini agar menjadi pengemis yang ulung dan professional, kenapa Negara harus melakukan hal yang demikian? Ia tentu saja harus, Negara tidak mampu mensejahterakan kehidupan rakyatnya hingga sebagian dari rakyatnya menjadi pengemis, jika Negara mengambil sikap untuk memberdayakan pengemis maka disini Negara juga dapat diuntungkan oleh pendapatan pengemis dengan cara mengambil pajak beberapa persen dari pendapatan mereka, jika pendapatan pengemis dalam satu bulan Rp. 10.000.000 dan pajak yang diambil oleh pemerintah misalnya 25% dalam sebulan maka pajak yang harus dibayar oleh satu orang pengemis setiap bulannya adalah Rp. 2.500.000 maka dalam setahun pajak yang harus dibayar pengemis kepada Negara Rp. 120.000.000 X 25% = Rp. 30.000.000 untuk satu orang pengemis, kita kalikan lagi Rp. 30.000.000 X 100 orang pengemis misalnya maka pajak yang dihasilkan Negara selama satu tahun Rp. 3.000.000.000 (Tiga Milyar Rupiah) apakah ini uang atau bukan? Lumayan juga buat nutup hutang negara dari pajak pengemis dan itu baru saya ambil sample 100 orang pengemis. Jadi kenapa Negara harus melarang pengemis untuk mengemis jika pengemis sendiri tidak pernah bisa dilarang.

Artikel sejenis politik buruk calon pemimpin menjelang pemilu

Kembali saya bertanya, apakah tadi saya salah jika saya beranggapan jika Negara telah dibodohkan oleh para pengemis?

Seharusnya Negara bisa mengambil inisiatif untuk masalah ini jika memang Negara tidak sanggup mensejahterakan rakyatnya dan juga tidak bisa melarang pengemis untuk mengemis, yang perlu dilakukan yaitu Negara harusnya dapat mengelola pendapatan pengemis dengan membentuk sebuah lembaga dengan nama misalnya (BP-P3) Badan Penganwasan dan Pemungutan Pendapatan Pengemis atau (BP3) Badan Pemungutan Pajak Pengemis. Dengan begitu, para pengemis harus diwajibkan untuk membayar pajak kepada Negara setiap satu bulan sekali atau setahun sekali berdasarkan pendatannya yang dikalikan 25%, dengan pajak dari sumber pendapatan pengemis ini Negara juga akan mampu melunasi semua hutang-hutang keluar negeri, meningkatkan perekonomian rakyat, mengatasi masalah ekonomi moneter, krisi keungan Negara dan lain-lain. Jadi, apa manfaatnya melarang pengemis untuk mengemis jika pengemis bisa menguntungkan Negara?

Semoga postingan ini bermanfaat buat para pengunjung blog HayalanNews serta jangan lupa untuk meninggalkan komentar sebagai bukti sobat sudah berkunjung kemari dan untuk tombol Share, Like, Tweet, g+  dan lainnya ada dibawah postingan ini silahkan digunakan sebaik mungkin.


Cara Membuat Situs Iklan Baris
Tag : Inspirasi
13 Komentar untuk "KENAPA MENGEMIS HARUS DILARANG JIKA PENGEMIS TIDAK BISA DILARANG"

Hihi lama-lama semua jadi pengemis :3

wah kepikiran juga bikin artikel kayak gini, lanjutkan gan

Mudah-mudahan aja gitu om, biar kita semua cepat kaya...

Hanya karena melihat kondisi negara yang makin kacau aja om makanya ane kepikiran buat artikel seperti ini. Ok, thank's om..

jadi pengemis aja langsung biar cepet kaya :v

Dijadiin profesi ya gan.. di latih di akademi pengemis.. lol..

Ia, haahaha. Daripada jadi karyawan, pigi pagi pulang sore tapi masih banyak penghasilan pengemis tiap bulannya. Hihihi

Hehehe ia bener om, bisa-bisa kedepannya pengemis bakalan buatin UPI (Universitas Pengemis Indonesia) ntar pengurus sama pengajarnya juga dari golonfan pengemis.

Bener juga ya, kalau dihitung secara kritis, pendapatan mereka nggak kalah sama pegawai kantoran. Wwkwkwkwk

pendapatan emang mewah, tapi semewah mewah nya tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah gan, think bg aja lah kaya big cola hahaha :D

buset jadi pengemis pendapatanya gede banget :D

tentu saja om, oleh karena itu pengemis lebih baik tidak diperhatikan sama pemerintah ketimbang diperhatikan, jika mereka diterlantarkan maka mereka terus bisa berpenghasilan yang luar biasa dari hasil mengemis setiap hari. itulah untungnya jadi pengemis, dari luar mereka terlihat melarat, tapi dari dalam mereka lebih sejahtera dari Satpol PP yang selalu mengusir dan menangkap mereka

tentu saja om, kalau boleh saya kasih saran mungkin om perlu mencobanya juga. hehehehe

Silahkan berkomentar yang RELEVAN sesuai judul dan dilarang meletakkan link pada komentar. Jika kami menemukan demikian maka komentar akan kami hapus.

Untuk mencantumkan link silahkan menggunakan Name/URL di Comment as.

Untuk medapatkan komentar balasan dari kami silahkan ceklis kotak NOTIFY ME

Back To Top