Dilarang keras melakukan COPY PASTE
loading...

APA YANG DILAKUKAN SEMUT


Apa yang dilakukan semut
Apa yang dilakukan semut : Apakah sobat mengenal semut? Ini pertanyaan aneh yang sebenarnya tidak perlu saya tanyakan, tapi apa boleh buat saya telah menanyakannya karena saya yang menulis. So pasti jawabannya sobat semua mengenal makhluk imut dan menyeramkan ini jika mereka ada sekawanan. Jadi, sebelum saya membahas panjang lebar terkait judul artikel ini saya akan memaparkan beberapa macam jenis semut yang saya ketahui dari sumber-sumber yang pernah saya baca, adapun jenis - jenis semut diantaranya :

Semut Merah
Semut Hitam
Semut Besar
Semut Api
Semut Rangrang
Dan masih banyak lagi jenis-jenis semut

Pada judul artikel kali ini saya tidak akan membahas mengenai jenis-jenis semut apalagi membahasnya satu persatu, namun pada kesempatan kali ini saya akan merangkum semua jenis-jenis semut untuk saya bahas kedalam satu judul artikel yaitu tentang apa yang dilakukan oleh semua jenis semut karena sebanyak apapun jenis semut apa yang dilakukan oleh mereka tidak akan jauh berbeda dengan semut-semut lain, kalau begitu mari kita mulai.

Semut merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki sifat bijaksana dan mampu untuk saling menjaga, sebagaimana hal ini juga terkandung didalam Al-Qur’an pada Surah An-Naml ayat 18 – 19 :

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; maka dia tersenyum dan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (Surah an-Naml: 18-19)

Pada ayat diatas jelas membuktikan bahwa semut adalah salah satu hewan yang paling bijaksana yang mampu menjaga dan memerintahkan semut-semut lainnya untuk berlindung dari injakan kaki nabi Sulaiman dan tentaranya, sekarang mari kita bahas mengenai apa yang dilakukan semut.

Pernahkah sobat memperhatikan apa yang dilakukan oleh semut? Atau pernahkan sobat memperhatikan gerak-gerik semut, jika belum pernah maka cobalah untuk memperhatikan dari beberapa bagian yang sedang dilakukan semut, atau juga bisa dengan menyimak pembahasan dari saya dan setelah itu sobat buktikan sendiri.

Semut merupakan binatang yang hidup berkoloni atau kelompok, dari koloni mereka ada ribuan semut dan bahkan ratusan ribu atau bahkan lagi sampai jutaan semut yang hidup didalamnya, kehidupan mereka seperti kerajaan dimana didalamnya ada sang ratu semut yang memimpin mereka, semut juga termasuk binatang yang sangat disiplin, rajin berkerja, punya rasa tanggung jawab, saling berkerja sama, memiliki sopan santun, selalu bersalaman ketika bertemu dengan yang lain dan juga siap untuk mati demi mempertahankan koloni mereka dari setiap ancaman.

Hal yang pertama sekali, kita sering melihat ketika salah satu semut menemukan makanan, terkadang semut itu langsung pergi dan jika kita memperhatikannya, semut tersebut bukanlah pergi meninggalkan makanan yang dia temukan melainkkan dia pergi untuk memberitahukan kepada temannya bahwa dia menemukan makanan yang bisa dimakan. Jika kita perhatikan lagi, setelah semut tersebut bertemu dengan seekor semut lainnya lalu semut itu juga pergi memberitahukan kepada teman yang lainnya dan sesaat kemudia mereka datang dengan membuat barisan yang rapi untuk menikmati makanan yang ditemukan oleh temannya.

Tidak hanya itu, jika makanan yang mereka temukan itu banyak dan tidak bisa dihabiskan di tempat itu, mereka juga saling berkerjasama dengan bergotong royong untuk membawa makanan yang mereka temukan ketempat tujuannya dan jika memungkinkan mereka untuk memasukkannya kedalam sarang maka mereka akan memasukkannya kedalam sarang untuk dinikmati bersama-sama dengan semut lainnya dikemudian hari.

Binatang, yach… tepat sekali. Mereka adalah binatang namun terkadang kita sebagai manusia juga lebih dari binatang, lihat saja apa yang terjadi di Negara kita atau lebih tepatnya di bumi tempat kita berpijak, karena dengan keegoisan kita untuk mendapatkan suatu keinginan terlebih lagi keinginan itu adalah kepentingan kita makan kita akan melakukan hal-hal yang tidak layak dilakukan oleh manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki akal dan pikiran yang sempurna ini. Disini saya tidak akan memberi contoh yang terjadi disekitar kita, namun saya akan menerangkannya sebagaiman firman Allah SWT terhadap nabi Adam AS dan Siti Hawa ketika akan diturunkan ke bumi :

Turunlah kamu ke bumi agar sebagian dari kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan.” (mohon maaf, surat dan ayatnya saya tidak ingat)

Jadi jelas bahwa dari firman Allah SWT tersebut menjelaskan bahwa manusia sebagian dari antaranya akan menjadi perusak, oleh karena itu saya mengatakan bahwa terkadang manusia bisa dikatakan lebih dari semut (binatang).

Adalagi hal yang menakjubkan dilakukan oleh semut yaitu ketika mereka membuat sarang. Saya sering kali memperhatikan ketika semut merah kecil saat membuat sarang ditanah atau ditembok dinding rumah, jika anda pernah hidup di zaman penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, lalu anda melihat para pekerja bergotong royong yang dipaksa berkerja oleh para penjajah maka anda akan mengerti bagaimana semut-semut itu berkerja membuat sarang, namun disini sedikit berbeda antara yang dikerjakan oleh semut dengan para pekerja di zaman penjajah, para semut berkerja gotong royong untuk mengeluarkan sebutir pasir demi pasir hingga ribuan pasir, ratusan, jutaan dan bahkan tak terhitung berapa banyak jumlahnya yang mereka keluarkan dari sarang yang sedang mereka buat dengan penuh kesabaran, kesadaran dan kepentingan bersama untuk membuat sarang sebagai tempat tinggal mereka, sedangkan para pekerja dizaman penjajah mereka berkerja dengan penuh paksaan, tidak dengan kesadaran dan juga tidak demi kepentingan mereka bersama melainkan demi kepentingan para penjajah.

Hal uniknya lagi yang saya temukan pada semut merah yang biasanya membuat sarang dipohon dengan membentuk sarangnya dari daun-daun kayu yang disatukan hingga mereka bisa berlindung dari hujan dan panas matahari. Semut ini melakukannya dengan sangat luar biasa dan bahkan saya merasa kagum dan tercengan melihat makhluk ciptaan Allah SWT yang satu ini berkerja sama dan sangat kompak untuk membuat sarangnya, mereka berkerja tarik menarik seperti sambungan rantai untuk menarik daun kayu yang ingin mereka lekatkan pada daun lainnya, sebagian dari mereka melekatkan daun kayu yang sudah ditarik oleh semut lainnya yang sudah didempetkan dengan daun-daun atau ranting yang lain.

Saya cukup lama memperhatikan bagian ini hanya untuk melihat bagaimana cara mereka membuat sarang dan cara mereka berkerjasama hingga daun yang mereka lekatkan itu berhasil merekat dengan kuat. Tidak hanya itu, setelah daun itu berhasil mereka rekatkan, semut yang tadi berkerja tarik menarik untuk menyambungkan daun-daun kayu mereka kembali berpencar untuk mengambil daun yang lain dan apakah sobat tau bagaimana cara mereka melakukannya? Mereka melakukan dengan sangat luar biasa, mereka berkumpul diujung daun yang ingin mereka tarik, lalu mereka saling menggigit hingga mereka menjadi panjang dan terus tarik menarik hingga mereka bergantungan seperti seutas tali untuk menarik daun, begitulah cara mereka melakukannya ketika saya perhatikan, sungguh benar-benar kerjasama yang luar biasa.

Hal lainnya lagi yang saya temukan pada semut merah ini adalah ketika saya mencoba untuk mengganggu mereka yang sedang nongkrong beberapa ekor, saya mengambil ranting kayu sebesar lidi lalu mencoba untuk mengganggunya dan ketika saya melihat reaksinya ternyata sangat cepat untuk bertindak menyerang ranting kayu yang saya gunakan untuk mengganggunya, namun ada juga sebagian dari mereka yang kabur atau menjauh, walaupun kecil tapi tidak ada yang bisa menandingi keberanian mereka untuk mempertahankan kelompoknya.

Tidak hanya itu, hal yang tidak seharusnya saya lakukanpun saya lakukan untuk mengetahui seperti apa reaksi mereka untuk bertahan hidup, hal yang tidak seharusnya saya lakukan adalah merusak sarangnya dengan melempari batu agar sebagian dari mereka terjatuh ke tanah, dan ternyata ketika mereka terjatuh ke tanah semut-semut itu menghampiri saya dengan sangat cepat untuk menyerang dan menggigit saya tapi hal yang mereka lakukan hanya sia-sia karena saya masih bisa menghindar dari serangan mereka, namun saya salut dengan usaha mereka untuk menyerang saya karena mereka terus mengejar saya ketika saya menghindar selangkah demi selangkah untuk terus melihat reaksinya.

Setelah kejadian ini, keesokan harinya saya mencoba untuk mewawancarai seekor semut di sebuah acara talk show khusus televisi swasta milik Rumah Semut (RS). Di acara talk show tersebut saya bertemu dengan semut-semut hebat di antaranya Ratus Semut, ajudan ratu semut, juru bicara koloni semut, asisten juru bicara, PANGBES (Panglima Besar Semut) dan masih ada lagi. Dalam acara talk show ini saya hanya diberi kesempatan untuk berbicara dengan Jubir semut sehingga saya tidak bisa berbicara dengan ratu semut.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sempat saya ajukan ke jubir semut.

Saya : ada berapa macam jenis semut yang hidup di dunia ini?

Jubir semut: cari tahu saja ada berapa macam jenis golongan manusia yang hidup didunia ini

Saya : apa bangsa semut sebenarnya bermusuhan dengan manusia?

Jubir semut : manusia saja bisa bermusuhan dengan manusia, lalu apa anda pikir kami bangsa semut tidak akan menjadikan manusia sebagai musuh kami jika mereka mengganggu hidup kami?

Saya : ia itu benar sekali. Kalau boleh saya tau apa perbedaan semut dengan manusia selain dari sisi binatang dan manusia?

Jubir semut : kenapa anda ingin menjebak golongan anda sendiri dengan pertanyaan seperti itu?

Saya : saya tidak bermaksud menjebak bangsa saya sendiri, akan tetapi saya ingin bangsa saya bisa belajar dari bangsa semut, karena menurut saya meskipun semut itu merupakan binatang tapi terkadang kami sebagai manusia juga perlu belajar dari binatang yang lebih mulia dari kami.

Jubir semut : ok, kalau begitu saya akan jelaskan perbedaan manusia dengan semut. Manusia menurut kami adalah sekelompok orang-orang yang egois, angkuh, sombong, takabur, munafik, iri, dengki, hina, rakus, pendendam, tercela dan lain-lain, yang jelas semua sifat-sifat buruk ada pada manusia, walaupun ada manusia yang baik namun saya tidak menyebutkan untuk individu, tapi yang saya sebutkan lebih kepada sifat atau karakter.

Sedangkan kami golongan semut, hidup kami lebih bersahabat, saling melindungi, saling berkerjasama, tidak punya kepentingan pribadi, tidak rakus, tidak ada rasa dendam ataupun permusuhan diantara kami, kami juga selalu bersilaturrahmi setiap kali kami bertemu dan kami hidup hanya untuk satu tujuan yaitu hidup kami hanya untuk kami dan motto kami adalah hidup untuk berhasil dan siap mati demi satu tujuan. Itulah perbedaan kami dengan manusia.

Saya : lalu apa yang dilakukan semut?

Jubir semut : yang kami lakukan sama seperti yang manusia lakukan, bedanya kami tahu apa yang kami lakukan dan manusia tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kami berkerja tanpa menghitung waktu, tidak ada kata pagi ataupun malam, kami tidak pernah tahu apa itu lelah dan seperti apa itu istirahat, tidak pernah ada yang kami utamakan, kami tidak pernah tahu apa itu kepentingan pribadi, kami terus saling berkerja sama demi satu kepentingan, kelangsungan koloni kami adalah segalanya, kami tidak pernah berkerja secara terpaksa, kami semua berkerja dengan kesadaran sendiri untuk saling membantu satu sama lain, kami semua berkerja mencari makanan, jika salah satu dari kami menemukan makanan maka dia tidak akan pernah bersembunyi untuk memakannya sendiri, tidak seperti manusia yang rakus dan tamak, begitu dia mendapatkan makanan dia akan memakannya sendiri dan bahkan terkadang dia juga bersembunyi agar manusia yang lain tidak memintanya sehingga dia bisa makan dengan kenyang dan puas sendiri.

Tapi jika salah satu dari kami menemukan makanan, maka kami akan memberitahukan kepada yang lain agar yang lain juga bisa menikmatinya, sedangkan semut yang menemukan makanan tidak pernah merasa dirinya menjadi pahlawan dan jika makanannya bisa untuk kami simpan maka kami akan membawanya ke sarang kami bersama-sama untuk kami simpan digudang agar dapat kami makan dikemudian hari secara bersama-sama dan jika makanannya besar tidak mungkin untuk kami bawa maka kami akan merobeknya kecil-kecil agar kami bisa membawanya dan jika jalan yang kami lintasi itu terputus maka sebagian dari kami akan menjadikan dirinya sebagai jembatan agar kami bisa melewatinya.

Saling berkerja sama, gotong royong, bahu membahu, saling melindungi, tidak pernah menyerah apalagi putus asa itu adalah sifat kami, maka dari itu tidak ada satupun yang mengatakan kami ini pemalas, tidak ada satupun juga yang mengatakan kami ini penakut karena mereka tahu kami hidup berkelompok, satu nyawa semut tidak berarti bagi kami dibandingkan banyak nyawa semut yang akan melayang, sedangkan manusia bahkan saling membunuh karena sesuatu hal yang padahal masih bisa diselesaikan dengan akal dan pikiran, setan saja tidak saling membunuh lalu apakah salah jika ada yang mengatakan kalian itu setan atau lebih dari setan? Jika kalian dikatakan binatang terkadang kalian marah, lalu kenapa perilaku kalian itu seperti binatang? Kalian adalah binatang yang menjelma menjadi manusia, sedangkan kami para semut adalah manusia yang menjelma menjadi binatang karena perilaku kami lebih mulia daripada manusia.

Lalu dengan begini apakan kalian akan menyalahkan Tuhan sebagai sang penentu takdir? Inilah kalian manusia, ada hal yang tidak sanggup kalian pikirkan atau tidak bisa kalian terima, kalian dengan seenaknya menyalahkan Tuhan, apa kalian tahu Tuhan itu siapa, dimana, seperti apa bentuknya dan juga sedang apa? jika kalian tidak tahu itu, kenapa kalian justru meyalahkan Tuhan yang sama sekali tidak ikut campur urusan kalian dibumi ini, Tuhan hanya penentu takdir, Tuhan sang pemberi ujian dan cobaan, takdir kalian sudah ditentukan Tuhan sebelum kalian lahir, dan jika kalian ingin menyalahkan Tuhan kenapa tidak kalian marah dan menyalahkan Tuhan sebelum kalian dilahirkan kedunia ini atau sekalian saja kalian minta takdir kalian seperti keinginan kalian agar takdir kalian bisa seperti yang kalian mau.

Kalian manusia diharuskan untuk bersabar, bertawakkal, berdoa dan ikhlas untuk menerima kenyataan, bukannya menangis dan berteriak dengan berkata Tuhan tidak adil atau kata-kata lainnya untuk menyalahkan Tuhan. Mungkin kalian pernah melihat binatang lain menangis, seperti gajah, anjing, kuda dan lainnya, lalu apa kalian pernah melihat semut menangis? Kami tidak pernah marah kepada Tuhan karena Tuhan menciptakan kami begitu kecil, biarpun Tuhan menciptakan kami begitu kecil, namun kami sanggup mengangkat dunia ini dengan kerja sama kami.

Terus apa kalian tahu setiap hari banyak semut yang mati karena diinjak oleh manusia baik disengaja ataupun tidak, lalu apa manusia pikir kami ini menangis melihat teman-teman kami mati diinjak? Apa kalian pernah merasa semut melakukan balas dendam sama manusia ketika banyak sodara-sodara dan teman-teman kami mati karena ketidak sengajaan atau memang kalian sengaja membunuh kami dengan menginjak kami? Kami juga tidak pernah menyalahkan Tuhan, kami juga tidak pernah menangis karena memang itu takdir dari Tuhan yang menciptakan kami seperti ini, kami juga tidak pernah putus asa dalam segala hal, pernahkah kalian memperhatikan semut yang membawa makanan naik keatas dinding dan terjatuh berulang kali karena makanan yang kami bawa itu berat?

Seberapa lama kalian sanggup memperhatikan kami maka selama itu juga kami akan terus berusaha membawa makanan itu naik keatas dinding ketempat tujuan kami dan jika kami masih tidak sanggup melakukannya maka kami akan terus menambah jumlah kami agar kami bisa melakukannya. Kami sebagai semut hanya melakukan apa yang akan kami lakukan dan tidak perduli dengan keadaan disekitar kami kecuali ada yang mengganggu kehidupan kami yang mengharuskan kami untuk menyerang mereka semampu kami. Jadi…, sekarang apa yang dilakukan manusia?

Saya : aku tidak bisa berkata apa-apa karena ternyata manusia lebih buruk dari yang aku pikirkan setelah aku tahu apa yang dilakukan semut.

Setelah pertanyaan terakhir yang saya ajukan, saya tidak dapat lagi membuat pertanyaan untuk saya ajukan kembali kepada jubir semut karena saya tidak bisa berkata apa-apalagi setelah mendengar apa yang dikatakan jubir semut. Jadi apakah kita sebagai manusia bisa melakukan seperti apa yang dilakukan semut?

Semoga postingan ini bermanfaat buat para pengunjung blog HayalanNews serta jangan lupa untuk meninggalkan komentar sebagai bukti sobat sudah berkunjung kemari dan untuk tombol Share, Like, Tweet, g+  dan lainnya ada dibawah postingan ini silahkan digunakan sebaik mungkin.


Cara Membuat Situs Iklan Baris
Tag : Serba Serbi
20 Komentar untuk "APA YANG DILAKUKAN SEMUT"

wah, semut juga melakukan apa yang dilakukan manusia

Intinya sih banyak hal yang gak manusia ketahuin di dunia ini walaupun dia makhluk kecil yang sering banget hidup disekitar kita

dari kehidupan semut banyak hal yang layak kita pelajari, terutama bentuk hidup berkoloni semut yakni kerjasamanya. Dari situ kita bisa belajar bahwa segala sesuatunya akan terasa rigan jika dikerjakan secara bersama-sama

Ia bener sekali om, tapi apa yang dilakukan semut terdapat perbedaan dengan apa yang dilakukan oleh manusia, karena apa yang dilakukan semut jauh lebih baik daripada yang dilakukan oleh manusia

Sebenarnya bukan banyak hal yang tidak diketahui oleh manusia di dunia ini, tapi manusia itu sendiri tidak pernah mau berpikir dan belajar dari sesuatu yang lain seperti belajar dari semut

Yups bener banget om, jika kita memperhatikan kehidupan semut maka sangat banyak pelajaran yang dapat kita ambil, seperti om bilang segala seauatu akan ringan jika dikerjakan bersama, dan itu salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari semut.

Mantab nih sob, bisa menjadi contoh manusia yang juga hidup bersosial seperti semu-semut

Memang semut terkenal dengan keuletannya. Saling menghormati dan mengasihi. Patut dicontoh.

mantap banget gan..sangat menginspirasi sekali...terima kasih atas infonya gan....

mereka juga makhluk hidup om....
melakukan hal yang wajar seperti kita :)

btw lengkap banget yah hehe

Bener om, kehidupan semut penuh dengan rasa sosial, jika kita bisa mencontoh perilaku semut itu bener-bener sangat luar biasa

Tepat sekali om, semut adalah binatang yang sangat luar biasa perilakunya, mereka tidak pernah saling menyakiti satu sama lain dan terus hidup dengan saling menghargai

Sama-sama om, semoga bermanfaat dan bisa mengambil pelajaran dari artikel ini

Ia om, tapi sistim kehidupan mereka sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan sistim kehidupan kita yang amburadul

tapi..... sebaik-baiknya semut... tetaplah manusia yang ditakdirkan menjadi khalifah di muka bumi ini.... :)

Itu pasti om, sebaik-baiknya semut hanya untuk dijadikan contoh buat manusia untuk bisa hidup dengan sifat dan berpikir lebih baik, jika binatang saja yang tidak memiliki akal bisa hidup dengan tentram disiplin dan saling membutuhkan kerjasama lalu kenapa kita sebagai manusia yang diberikan pikiran tidak bisa digunakan dengan baik dan benar untuk kebaikan, maka dari itu manusia ditakdirkan menjadi khalifah dimuka bumi ini karena diberikan pikiran untuk berpikir tentang segala kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Thank's om atas kunjungan dan komentarnya yang bagus

Kalo punya doraemon, pengen rasanya jadi kecil trus ketemu sm ratu dan koloni semutnya.. :D
Mereka sangat luar biasa, yeaaah hitung2 kuliah kilat.. :)

hahaha.... ada-ada aja nih si om, emang kalau udah ketemu sama ratu dan koloni semut mau ngapain om...? mau aja berantem ya...? kwkwkwk.......

saya mencoba mengamati semut rangrang yang sedang jalan beriringan, selalu bersalaman. namun ketika saya ambil 1 semut, mereka dibelakangnya lanjut bersalaman tapi dengan ekspresi diam sesaat seperti bingung, dilanjutkan terus dibelakanganya seperti itu juga diam sesaat dan bingung, ada yang bisa menjelaskan ya????

Hahahaha.... menbaca komentarnya saya juga jadi ikut bingung nih, soalnya saya tidak memperhatika sampai ketahap yang seperti itu. tapi kalau menurut saya dan ilmu teori sebenarnya semut bukan bersalama tapi mereka memberikan sinya kepada temannya tentang sesuatu yang mereka ketahui, bisa jadi semut itu terdiam sesaat setelah salah satu temannya diambil karena mereka sedang mendeteksi ada gerakan yang mungkin membahayakan mereka dengan begitu mereka dapat memberi sinya kepada semut lain untuk tidak melewati lagi arah yang baru saja mereka lalui... kalau menurut saya seperti itu, semoga bisa menjawab pertanyaannya...

Silahkan berkomentar yang RELEVAN sesuai judul dan dilarang meletakkan link pada komentar. Jika kami menemukan demikian maka komentar akan kami hapus.

Untuk mencantumkan link silahkan menggunakan Name/URL di Comment as.

Untuk medapatkan komentar balasan dari kami silahkan ceklis kotak NOTIFY ME

Back To Top